Kejadian mencolok saat berlangsungnya pertandingan, adalah munculnya kram (kesleo, nyeri) tiba tiba padahal sudah unggul nilai atau menang sementara. Ada yang mampu neruskan perjalanan tanding, bahkan hingga mencapai podium utama seperti dialami bang item ini di laweyan. Atau yang pernah menimpa sdr Fajrin di Starmas saat kelas double sehingga stop dari pertandingan. Bagi team double yang kawannya sedang kena kram, jelas ini adalah musibah besar. Namun bagi rival (lawan) tanding, woo ini berkah luar biasa. Tinggal positif thinking saja, semuanya ingin apa apa berjalan sesuai rencana apalagi yang sudah latian beberapa kali.

ilustrasi kram pada saat olga (sumber : klikdokter)

Berikut ini ronorene sempat membukukan beberapa kejadian kram (pada kaki) khususnya dan berpengaruh di perjalanan pertandingan

  1. Bp Momi, yang kebetulan berpasangan dg Bp Fafan di kelas double umum 9-11. Meski cedera, beliau tetap mampu selesaikan pertandingan bahkan berhasil di podium pertama di gedung Badminton wilayah Grogol Sukoharjo (2023).
  2. Sdr Fajrin, kelas double tahun lalu 2023  berpasangan dengan putri cesia dari Pantisuko. Berhenti dari pertandingan karena kram nya cukup akut dan harus dipapah untuk berjalan keluar arena pertandingan
  3. Bp Cecep Abdullah, kram saat single lawan p Ifoel (ronorene) pas semi final  single veteran 50+ di Resto Pawon Simbokku. Bp Cecep akhirnya memilih berhenti dari perrtandingan (2022)
  4. Sdr Handoyo, saat kelas double 9-11 bersama P Ifoel (ronorene) pas di 8 besar melawan Bp Oke - Bagus Okesport di gedung serbaguna Ceper. Handoyo total tak bisa meneruskan pertandingan (2024)
  5. Bp Agus Banuarta yang berpasangan dengan spinner muda Rajiv, saat 16 besar melawan  pasangan  Ary-Malong. Walaupun unggul duluan di set penentuan, Agus tetap nekad dengan keadaan masih sakit akhirnya terbata bata dan tak bisa sempurna dalam bermain. Kejadian ini di Keden Cup pekan lalu di wilayah Klaten.
  6. Bp Ngatimin, yang awalnya cukup jadi unggulan di BSJ-1 Cup kemarin di komplek gedung BSJ Mojosongo. Beliau berpasangan dengan bintiker handal Rio Jogja memakili team Boyolali. Sudah unggul duluan score 2-0, akhirnya harus menghentikan pertandingan dan menyerahkan kemenangan kepada pasangan Wanto - Dodo (2024)
Mungkin masih ada beberapa kejadian yang tak tercover oleh blog ini, yang pasti dan besar kemungkina akan ada di setiap pertandingan terdapat acciden atau kecelakaan karena cedera, Baik tangan, kaki, atau bagian tubuh tubuh lainnya meskipun semuanya berharap tak akan demikian saat akan berangkat menuju arena.

para jawara di BSJ-Cup Perdana kemarin 22.09.2024

Mari disimak woles woles saja masbro pingpongers Solo Raya sekitarnya. Baik dari nomor 1 hingga akhir catatan diatas (nomor 6), jika dilihat dari senjata pribadi (blade/ bed) nya berbasis bintikers baik medium atau proses. Sepertinya pengguna medium adalah Momi dan Cecep (saat itu). Kok kejadiannya jarang menimpa pemain karet halus ?. Atau kebetulan saja, yang alami kejadian menggunakan bintikers. Inilah barangkali jadi semacam PR sendiri, apakah dari pola main atau cara kerja gerak kaki pemakai karet halus beda dengan bintikers ?.

Inilah kenapa munculnya kram ini bisa menjadi musibah bagi 1 pihak, namun jadi berkah pihak lain. Semoga ke depan para pengguna bintik menemukan jawaban kira kira nya, kecuali memang ada yang menjadi dokter tentu beda analisis dengan player.

Sebelumnya kami ronorene mohon maaf pada nama nama yg disebut, sebagai bentuk informasi saja tanpa ada keperluan atau kepentingan apapun. Bahwa gambaran lapangan yang idealis nampaknya tetap akan ada sedikit kejadian diluar perkiraan kita, baik  sebagai pemain atau penyelenggara.