Paguyuban Tenis Meja Pantes U-60 telah sukses adakan turnamen single dengan kualifikasi A+ hingga kelas-D hari Minggu 28 Juni 2026 kemarin. Ada penampakan peserta baru dari luar kota, yakni hadirnya dr. Budi dari Klaten (dokter hewan) dan dr. Bimo dari Semarang (Andalan 88). Sesuai kaos yang dipakai dr. Bimo sepertinya memang biasa berlatih di Andalan-88, karena sdr Andre hadir di arena. Andre ini pemain dari Semarang yang kebetulan garap job di Solo beberapa waktu ini serta menjadi official buat dr Bimo. Kebetulan 2 dokter postur nya hampir sama, tinggi besar untuk ukuran rerata pantes U-60. Dokter Budi Klaten yang ogah ogahan turnamen, akhirnya berkat ajakan Bp Najib langsung tancap gas ikutan dan langsung dapat bonus berupa podium semi final (3 bersama).

pemegang podium single pantes periode juni 2026

Even kali ini masih menempati di kediaman Bp Prof Aris selatan Paragon yang merupakan kawasan bisnis tengah kota. Sistem pertandingan seperti biasanya, yakni penyisihan tiap pool lalu dilanjutkan babak lanjutan dengan pengundian. Tiap tiap kelas dikelompokkan masing masing dan nanti akan bertemu random di 8 besar. Nampaknya pemegang podium termasuk 8 besar memang wajah wajah baru, kecuali juara-1 tetap wajah lama (Bp Suparlan biasa dipanggil Osama yang jenggotnya cukup panjang). Even kali ini masih menempati di kediaman Bp Prof Aris selatan Paragon yang merupakan kawasan bisnis di tengah kota.

inzet video : dr Bimo ternyata juga miliki suara pro bukan kaleng kaleng


Peluang tampilnya podium dengan wajah wajah baru, ditandai tumbangnya personil unggulan setelah lanjutan hingga 8 besar. Unggulan biasanya dari kalangan A+ dan A. Dua klas A dan 2 kelas B akhirnya berpeluang menempati podium utama (1-3 bersama). Dengan berakhirnya even single kali ini, secara otomatis even ke depan (2 bulan lagi) adalah turnamen double sistem kopyokkan (dengan sided terlebih dahulu). 

Sesuai gambar atau foto diatas, pemegang podium dari kiri - kanan adalah :

Juara Pertama        :   Suparlan alias Osama (2X juara pertama berurutan)
Juara Kedua           :    Ronald, Salatiga
Juara 3 Bersama    :   Dokter Budi Klaten dan Kopral Sragen

Yang baru dari gelaran turnamen kemarin adalah, pertandingan dengan skor normal kemenangan 3 poin. Sebelumnya masih dengan 2 kemenangan saja, baru di semi final dengan full 3 kemenangan. Semoga ke depan, bisa lebih baik lagi penyelenggaraannya yakni berpacu dalam ketepatan waktu. Hal ini sudah sering terjadi dan diminta kesadaran yang maksimal, meskipun dimana mana tentang waktu ini jadi kendala yang sukar diatasi. Alasan ada acara mendadak dan undangan, memang jatuhnya biasa di hari minggu.