Menyambung informasi lintas bojonegoro tuban ada memo yang tak pernah lekang dari lupa yakni bisa gabung dengan Penggemar Pingpong Bojonegoro (PPB) khususnya. Baik karena tinggal di kota ini walau cuma 2 th efektif kenal 1 th saja dengan PPB. Sebut saja beliau Bp Mubarok (kawan kawan pensiunan PU mungkin pada kenal karena seringnya rebut podium antar instansi). Penjual karet nya Bp Santosa satu perumahan dengan Handoko. Bp Mubarok saat main ke Solo, sekelas pemain kelas D sebut saja namanya inisial EA dikunci gak sampai dapat nilai 6, padahal andalkan blok saja. Tanpa spin FH apalagi BH nya. Sudah lama tak kontak, terakhir temu saat di Solo dan main di Ajisaka Sondakan Laweyan. 

di even ini irsan susanto dipasangkan sama jerman

Dari Bp Mubarok inilah dikenalkan dengan Irsyan Sutanto (mungkin saat ini menjadi pelatihnya sdr Figo atlit Paragames), Bp Irsan pernah dipasangkan pemain Jerman di GOR Sritex (Bhineka) saat turnamen internasional) yang ternyata asli Bojonegoro. Lalu ada nama Handoko, mantan atlit PON Jatim yang menjadi bos Toko Material dan bisnis walet, perlu diketahui Bojonegoro pelosok terkenal dengan walet nya. Kebetlan kami wong Solo yang masih kontrak setahun lagi, Bp Handoko akhirnya punya ide mendirikan dan menghidupkan PTM nya bernama Perdana Jaya Bojonegoro. Tak tanggung tanggung syukurannya dengan bahasa sekarang, mangan gedhen.....hehehehe. 

atlit NPCI Solo Figo dan Irsan Sutanto (coach)

Minggu pertama latihan memanfaatkan gedung SD yang satu kampung dengan rumah Bp Handoko, lalu diundang pemain asal Bojonegoro yang ada di Gudang Garam Kediri, kalau tak salah Gunawan namanya. Orangnya kecil namun spin FH dan BH minta ampun, hampir mirip Yon Mardiyono. Peminat bertambah, akhirnya keluarga Handoko merencanakan pindah di rekannya, bos rokok 369 di dekat gudangnya. Strategis tempatnya, karena di jalan raya utama Bojonegoro - Tuban. Meja pun ada 1 standar internasional yang bawahnya berdimensi 1/2 lingkaran. Ada di tempat Bp Prof Aris di lantai atas. 

profil bp irsan di media olah raga

Karena Bp Handoko punya relasi dengan Jogja, akhirnya diundanglah penggemar Jogja buat persahabatan. Hadir saat itu Dian Mauli dan adiknya. Dian Mauly saat ini menjadi pemain andalan Lampung dan menjadi dokter umum alumni UGM. Yang diharapkan sdr Ronald ternyata tak bisa hadir. Sambutan tuan rumah luar biasa, maklum sarpras nya memang mumpuni, dan tamu dari Jogja nyatakan rasa puas dan apresiasi yang tinggi. Sayang sekali, Jogja belum bisa undang balik sampai akhirnya ronorene tinggalkan Bojonegoro karena kontrak habis. 

Perkiraan kami tamu Jogja ini adalah rombongan yang dibawa oleh Bp Margono bos Argon (mengenal setelah pulkam Solo Jogja) yang di dalamnya ada mantan porda setempat Nurhidayat yang warga pingponger Solo pun pada mengenal.